Makna Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara
- Jan 1, 2017
- 2 min read

Buat yang tinggal di Indonesia, semua pasti setuju kalau perayaan malam pergantian tahun selalu diramaikan dengan nyala kembang api dan suara terompet. Mungkin kamu berpikiran kalau negara-negara lainnya juga melakukan hal serupa, apalagi jika kamu melihat megahnya pertunjukan kembang api di New York, Sydney, atau Rio de Janeiro. Tapi, ternyata nggak semua negara memiliki tradisi perayaan tahun baru yang sama, lho, 20s People!
Buktinya, di tujuh negara berikut ini, kamu bisa menemukan tradisi perayaan tahun baru yang berbeda. Meski terlihat unik dan lain daripada yang lain, namun ketujuh bentuk tradisi ini menyimpan makna yang dalam bagi para penduduknya. Mungkin kamu mau coba mengadaptasi salah satu bentuk perayaan tahun baru ini untuk malam pergantian tahun 2018 nanti:
1. Melempar Piring Bekas, Denmark
Bagi warga Denmark, melempar piring bekas ke pintu rumah orang lain pada malam pergantian tahun berarti mendoakan sang pemilik rumah agar bisa mendapatkan keberuntungan di tahun selanjutnya. Selain menggunakan piring bekas, mereka juga bisa menggunakan barang pecah belah lainnya.
2. Membakar Foto, Ekuador
Setiap malam tahun baru, warga Ekuador akan berkumpul di satu tempat untuk menyalakan api bersama-sama dan membakar foto-foto yang mereka anggap memiliki kenangan buruk. Dengan tradisi ini, mereka berharap bisa menghilangkan jejak-jejak suram di tahun sebelumnya.
3. Menuangkan Timah, Austria
Warga Austria memiliki tradisi bernama “Lead Pouring”, yaitu menuangkan timah cair ke dalam wadah yang berisi air di malam tahun baru. Ketika sudah dituang, timah cair itu akan menjadi beberapa bentuk yang dijadikan prediksi untuk tahun ke depannya. Contohnya, bentuk bola menunjukkan keberuntungan sepanjang tahun.
4. Duri Ikan Mas, Jerman
Di Jerman, hidangan ikan mas dapat ditemukan dengan mudah di malam pergantian tahun. Setiap orang yang mendapatkan hidangan itu harus menghabiskannya, kemudian membagikan duri ikan mas tersebut kepada orang lain sebagai jimat keberuntungan. Tradisi ini membawa harapan kalau mereka nggak akan mengalami kekurangan apa pun di tahun selanjutnya.
5. Api Unggun, Italia
Saat malam pergantian tahun tiba, para penduduk Italia akan menyalakan api unggun yang sangat besar, kemudian berusaha menjaganya agar nggak padam dalam waktu semalam. Mereka percaya, kalau api padam sebelum waktunya, maka mereka nggak akan bisa merasakan sinar matahari sepanjang tahun tersebut.
6. Kuliner Tahun Baru, Jepang
Buat yang suka travelling sambil wisata kuliner, kamu wajib merasakan malam tahun baru di Jepang. Karena warga Jepang biasa mengonsumsi berbagai macam menu yang dianggap membawa keberuntungan. Misalnya, telur ikan melambangkan kemakmuran, tatsukuri mereprentasikan kesuburan, dan manisan tanaman laut menjadi simbol perayaan.
7. Makan 12 Anggur, Spanyol
Seiring dengan detik-detik terakhir menuju pukul 00.00 pada malam pergantian tahun, warga Spanyol terbiasa berkumpul sambil memakan 12 butir anggur. Mengapa 12? Karena bagi mereka, 12 butir anggur itu melambangkan 12 harapan pada 12 bulan di tahun yang baru.
Meski memiliki tradisi yang berbeda-beda, namun semua bentuk perayaan tahun baru pasti melibatkan kebersamaan dan harapan yang positif. Setuju, ‘kan, kalau malam tahun baru adalah waktu yang tepat untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan bersama-sama?
Source: loop.co.id
Image: pexels.com




















Comments